About Me

Pengertian Budaya Organisasi : Fungsi, Karakteristik dan Indikatornya


A. Pengertian Budaya Organisasi

Secara parsial pengertian budaya dan organisasi mempunyai pengertian yang berbeda dan budaya organisasi juga memiliki pengertian yang berbeda pula. Budaya merupakan konsep yang pentingdalam memahami masyarakat dan kelompok manusia untuk waktu yang lama. Pengertian budaya sebagai komplek atau asumsi tingkah laku cerita, metos metafora, dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat tertentu.

Budaya adalah sebagai pola semua suasana baik atau semua perilaku yang sudah diadopsi masyarakat secara tradisional sebagai pemecahan masalah anggotanya budaya di dalamnya juga termasuk semua cara yang telah terorganisasi, kepercayaan, norma, nilai-nilai buadaya yang implisit serta premis yang mendasar dan mengandung suatu perintah. Istilah “budaya” mula – mula datang dari disiplin ilmu Antropologi Sosial. Apa yang tercakup dalam definisi budaya dapat di artikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan,  kelembagaan, dan semua produk lain dari karya pemikiran manu
sia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2008:226) budaya diartikan sebagai:” pikiran, adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah”.

Dalam Pemakaian sehari – hari, orang biasanya mensinonimkan budaya dengan tradisi (tradition). Dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide – ide umum, sikap dan kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari yang menjadikan kebiasaan dari kelompok dalam masyarakat tersebut.

Agar budaya menjadi nilai – nilai yang tahan lama, maka harus ada proses internalisasi budaya.  Dalam Bahasa Inggris, Interbalized  berarti to incorporate in oneself. Jadi, Internalisasi berarti proses menananamkan dan menumbuh kembangkan suatu nilai budaya menjadi bagian diri (self) orang yang bersangkutan. Penanaman dan penumbuhkembnagkan nilai tersebut dilakukan melalui berbagai nilai didaktik metodik pendidikan dan pengajaran. Seperti pendidikan pengarahan, indoktrinasi, brainwashing dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah proses pembentukkan budaya yang terjadi dalam hubungannya dengan lingkungannya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Gagasan yang memandang bahwa organisasi sebagai suatu budaya dimana ada sistem dari makna yang di anut bersama dikalangan para anggotanaya merupakan fenomena yang relatif baru. Pemahaman umum yang selama ini berkembang bahwa organisasi di definisikan sebagai suatu alat yang rasional untuk mengkordinaskan dan mengendaikan sekelompok orang  yang di dalammnya adatingkat jabatan, hubungan, wewenang dan seterusnya. Namun organisasi sebenrnya lenih dari itu. Organisasi juga merupakan kepribadian persis seperti individu, bias tegar dan fleksibel. Tidak ramah atau mendukung, inovatif dan konservatif.

Para teoritis organisasi, akhir – akhir ini telah mengakui pentingnya peran yang di mainkan budaya dalam kehidupan anggota – anggota organisasi. Meskipun demikian, menarik bahwa usul– usul budaya sebagai variabel indevenden yang mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang atau dapt dirunut baik sejak adanya ide pelembagaan. Bila suatu organisasi menjadi terlembaga, orgnisasi itu memiliki kehidupan tersendiri, terlepas pendiriannya atau siapapun anggotanya.

Menurut Aries Munandar ( 2012) mengemukakan bahwa : Budaya Organisasi mengacu pada keyakinan bersama, sikap dan tata hubungan serta asumsi-asumsi yang  secara eksplisit atau implisit diterima dan di gunakan oleh seluruh anggota orgnisasi untuk menghadapi lingkungan luar dalam mencapai tujuan – tujuan organisasi. Dalam hal ini budaya organisasi mempunyai pengaruh penting terhadap motivasi. Budaya organisasi (organization culture) jika di aplikasikan pada lingkungan manajemen organisasi, lahirlah konsep budaya manajemen. Lebih spesipik lagi jika budaya organisasi di aplikasikan pada lingkungan manajemen organisasi sekolah, maka lahirlah budaya manajemen sekolah.

Budaya organisasi adalah perilaku yang sudah melembaga atau kebiasaan yang di terpkan dalam suatu organisasi, sehingga dapat memebrikan dampak terhadap perubahan perilaku dan mempengaruhi perilaku pegawai di lingkungan organisasi tersebut. Budaya organisasi sering di sebut juga rule of the game atau aturan main yang ada dalam sebuah organisasi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Budaya organisasi juga dapat di jadikan sebagai pedoman bagi setiap individu untuk bertindak atau mengambil keputusan dalam orgnisasi tempat bekerja.

Sementara menurut Wirawan (2007:10) budaya organisasi di definisikan sebagai : Norma, nilai-nilai, asumsi kepercayaan, filsafat, kebiasaan organisasi dan sebagainya yang dikembangkan dalam waktu yang lama oleh pendiri, pemimpin, dan anggota organisasi yang di sosialisasikan dan di ajarkan kepada anggota baru serta di terapkan dalam aktivitas organisasi sehingga mempengaruhi pola piker, sikap dan perilaku anggota organisasi dalam memproduksi produk, melayani para konsumen dan mencapai tujuan organisasi.

Pengertian Budaya organisasi menurut Robbins (2001) dalam Asri Laksmiriani (2011:7) ” budaya organisasni merupakan nilai – nilai dominana yang di sebarluaskan dalam organisasi yang di jadikan sebagai filosofi kerja karyawan, yang menjadi panduan bagi kebijakan organisasi dalam mengelola karyawan dan konsumen”.

Sedangkan menurut Daniel R. Denision dalam Asri Laksmi Riani (2011:6) “ budaya organisasi adalah nilai- nilai, keyakinan dan prinsip – prinsip dasar yang merupakan  merupakan landasan bagi sistem dan praktek – praktek manajemen serta perilaku yang meningkatkan dan menguatkan prinsip – prinsip tersebut”

Dari ketiga pengertian tersebut, tersirat bahwa budaya organisasi  mengandung nilai dan norma dimana di dalamnya terkandung unsur – unsur saling mengikat antara satu dengan yang lain diantaranya adalah ilmu, keyakinan, prinsip dan filsafat yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi agar lingkungan kerja menjadi kondusif dan tujuan organisasipun dapat tercapai yang sesuai yang diharapkan.

B. Peranan dan Fungsi Budaya Organisasi

Dalam sisi fungsi, budaya organisasi mempunyai beberapa peran dalam organisasi menurut Robins (1996) dalam  Ismail Nawawi (2010 :69), antara lain adalah :

(1)Budaya mempunyai suatu peran pembeda. Hal itu berarti bahwa budaya organisasi menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.

(2)Budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota organisasi.

(3)Budaya organisasi mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual.

(4)Budaya korporat itu meningkatkan kemantapan sistem sosial.

Dengan demikian maka fungsi budaya organisasi adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota dalam mencapai tujuan organisasi berguna ketentuan nilai-nilai yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Hal tersebut dapat berfungsi pula sebagai kontrol atas perilaku para karyawan. 

C. Karakteristik Budaya Organisasi 

Dharma dan Akib (2004) dalam Asri Laksmi Riani (2011:24), mengemukakan 10 karakteristik organisasi sebagai berikut :

1. Identitas anggota, dimana pekerjaan lebih mengidentifikasi organisasi secara menyeluruh dari tipe pekerjaan atau bidang profesinya.

2. Penekanan kelompok, dimana aktivitas tugas lebih terorganisir untuk seluruh kelompok daripada individu.

3. Fokus orang, dimana keputusan manajemen memperhatikan dampak output dihasilkan terhadap pekerjaan dalam organisasi.

4. Penyatuan unit, dimana unit-unit dakam organisasi didorong agar berfungsi dengan cara yang terorganisasi atau bebas.

5. Penegendalian dimana peraturan, regulasi, dan pengendalaian langsung, digunakan untuk pengendalian perilaku pekerja.

6. Toleransi resiko, dimana pekerja didorong untuk agresif, krreatif, inovatif, dan mau mengambil resiko.

7. Kriteria ganjaran, dimana ganjaran seperti peningkatan pembayaran dan promosi lebih dialokasikan menurut kinerja pekerja daripada senioritas, favoritisme atau faktor non pekerjaan lainnya.

8. Toleransi konflik, dimana pekerja didorong dan diarahkan untuk menunjukkan konflik dan kritik secara terbuka.

9. Orientasi sarana-tujuan, dimana manajamen lebih terfokus pada hasil dan luaran, dari teknis dan proses yang digunakan untuk mencapai luaran tersebut.

10.Fokus pada sistem terbuka dimana organisasi memonitor dan merespon perubahan dalam lingkungan internal.

Dari pernyataan di atas jelas bahwa suatu organisasi harus memilki karakteristik khusus yang menunjukkan ciri atau karakter dari suatu organisasi, sehingga keberadaannya berbeda dengan organisasi lain.

Robbins (1994) dalam Asri Laksmi Riani (2011:21) mengemukakan beberapa karakteristik budaya organisasi sebagai berikut :

1. Kepemimpinan
2. Inovasi
3. Inisiatif individu
4. Toleransi terhadap resiko
5. Pengarahan
6. Integrasi
7. Dukungan manajemen
8. Pengawasan
9. Identitas
10.Sistem penghargaan
11.Toleransi tehadap konflik
12.Pola komunikasi

Dari pernyataan di atas jelas bahwa suatu organisasi harus memiliki karakteristik khusus yang menunjukkan ciri atau karakter dari suatu organisasi, sehingga keberadaannya berbeda dengan organisasi yang lain.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi diharapkan dapat membawa perubahan ke arah perbaikan sehingga budaya organisasi dapat menjadi lebih terarah dan produktif. Organisasi juga harus memberikan kebebasan kepada para anggotanya agar dapat mengemukakan ide atau gagasan bagi kemajuan lembaga, bertanggung jawab dalam bekerja, berkomunikasi baik dengan siapapun, serta toleran terhadap konflik yang terjadi di perusahaan. Manusia dan lingkungan yang saling mendukung dapat menciptakan suatu budaya yang kondusif dalam organisasi.

D. Dimensi dan Indikator Budaya Organisasi

Budaya organisasi dalam penelitian ini menggunakan teori Deal and Kennedy sebagaimana tercantum dalam Asri Laksmi Riani (2011: 11-12), bahwa unsur-unsur budaya organisasi meliputi :

1.Lingkungan usaha, yaitu lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi dan akan menentukan apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan tersebut untuk mencapai keberhasilan.

2.Nilai-nilai, merupakan konsep dasar dan keyakinan dari suatu organisasi.

3.Keteladanan/panutan, yaitu orang-orang yang menjadi panutan atau teladan karyawan lainnya karena keberhasilannya.

4.Upacara/Ritual, yaitu acara-acara yang diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan pada karyawan.

5.Network, yaitu jaringan komunikasi informal di dalam organisasi yang dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai dari budaya perusahaan.

Indikator lingkungan berhubungan dengan pengetahuan guru dalam mengenali situasi dan kondisi lingkungan sekolahnya, serta visi dan misi yang ada di sekolah. Indikator nilai-nilai berhubungan dengan sikap guru dalam mentaati aturan atau tata tertib yang berlaku di sekolah. Indikator keteladanan berhubungan dengan kemampuan guru dalam mengaplikasikan sikap yang baik dan bisa dijadikan contoh bagi siswanya. Indikator Upacara berhubungan dengan kebiasaan atau ritual yang selalu dilaksanakan guru untuk bersosialisasi, sehingga mampu menciptakan hubungan baik atau jaringan dengan orang lain.

Referensi:

Dharma, Surya (2009). Manajemen Kinerja Falsafah Teori dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ismail Nawawi, (2010), Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Kinerja, Kencana Prenadamedia group, Jakarta

Munandar, Aries (2012). Sekilas Tentang Organisasi dan Budaya Organisasi. Malang: Sekilas tentang Organisasi dan Budaya Organisasi (Artikel).

Nawawi, H. Hadari (2000), Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Riani, Asri Laksmi (2011), Budaya Organisasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Robbins, Stephen P. dan Judge A Timothy (2001). Perilaku Organisasi: Konsep, Kontraversi, Aplikasi (Alih bahasa: Pujaatmaka, H dan Molan, B). Jakarta: Penerbit Prenhallindo (Jilid I, Edisi Terjemahan).

Wirawan (2007), Budaya dan Iklim Organisasi, Jakarta: Salemba Empat.

Post a Comment

0 Comments