About Me

Pengertian APD dan Pentingnya APD dalam Dunia Medis beserta Jenisnya


A. Pengertian Alat Perlindungan Diri (APD)

Baru baru ini kita sering mendengar bahwa Indonesia dalam menghadapi penyebaran corona virus deseases (covid-19) kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis termasuk para dokter dan perawat. Karena keterbatasan tersebut pihak rumah sakit mencoba berbagai kreativitas termasuk menggunakan plastik dan jas hujan untuk melindungi para tenaga medisnya agar tidak ikut terpapar covid-19 tersebut.

Secara medis tindakan rumah sakit tersebut memang tidak salah, tetatpi ketika APD itu sendiri tidak memenuhi Standar Operasional Prosedeur (SOP) maka akan sangat membahayakan para tenaga medisnya. Apalagi yang sedang dihadapi oleh para tenaga medis saat ini adalah penyakit yang disebabkan virus yang sangat berbahaya dan mudah menular antara satu orang dengan orang lain.

Kita juga sangat bersedih dan turut berduka cita atas meninggalnya para pahlawan kemanusiaan kita yang telah berjuang untuk menyembuhkan para pasien covid-19 walaupun mereka harus meninggalkan semua yang mereka miliki didunia ini. Salah satu penyebab mengapa mereka juga tertular covid-19 karena memang Alat Perlindungan Diri yang terbatas. Tetapi langkah Pemerintah juga harus diapresiasi karena telah mendatangkan ratusan ribu bahkan jutaan APD bagi para pahlawan kemanusiaan kita yaitu para dokter dan perawat covid -19.

Secara umum, APD atau Personal Protective Equipment adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.

Alat Perlindungan Diri (APD) digunakan untuk semua sektor kehidupan seperti perusahaan manufakturing, perakitan, pengeboran, dan lain sebagainya.  Semua karyawan harus memakai APD dalam bekerja untuk menghindari resiko pekerjaan yang berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan serta berpotensi menimbulkan kecelakan kerja antara lain proses menyolder, proses pemotongan kaki Komponen Elektronika, proses penggunaan bahan-bahan kimia, suara-suara yang timbul akibat mesin produksi, pembuangan limbah dan kegiatan pemindahan bahan-bahan produksi.

Alat Pelindung Diri atau APD ini merupakan salah satu syarat penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3. Alat Pelindung Diri (APD) dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Alat Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass (Kacamata Pengaman), Masker, Respirator, Ear Plugs (Penutup Telinga).

2. Alat Pelindung Badan antara lain : Apron, Jas Laboratorium

3. Alat Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).Mengenakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Pada beberapa pekerjaan yang berisiko tinggi, alat pelindung diri wajib dikenakan. Namun jenis alat pelindung diri yang harus dikenakan tidak sama, tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan.

Alat pelindung diri adalah perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya yang bisa menyebabkan cedera atau penyakit serius terkait pekerjaannya. Alat pelindung diri telah didesain khusus sesuai dengan jenis pekerjaannya, misalnya APD untuk pekerja konstruksi tidak akan sama dengan APD untuk pekerja di laboratorium.

Semua perlengkapan APD harus memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, seperti bersih, pas, dan nyaman dikenakan oleh pekerja, serta harus diganti secara berkala jika sudah tidak berfungsi dengan baik dan sudah habis masa pakainya.

B. Jenis-Jenis Alat Pelindung Diri 

Kewajiban mengenakan APD ini sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Bentuk dari alat tersebut tergantung pada fungsinya, yakni:

1. Alat pelindung kepala

Alat pelindung kepala berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau cedera kepala akibat kejatuhan benda keras. Alat ini juga bisa melindungi kepala dari radiasi panas, api, percikan bahan kimia, ataupun suhu yang ekstrem.

Jenis alat pelindung kepala terdiri dari helm pengaman (safety helmet), topi atau tudung kepala, dan pelindung rambut.

2. Alat pelindung mata dan muka

 Alat pelindung ini berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan bahan kimia berbahaya, gas dan partikel yang melayang di udara atau air, percikan benda kecil, panas, atau uap.

Alat pelindung diri yang menutup wajah dan mata juga penting digunakan untuk mengurangi risiko munculnya gangguan kesehatan atau cedera akibat paparan radiasi, pancaran cahaya, dan benturan atau pukulan benda keras atau tajam.

Alat pelindung mata yang umumnya digunakan adalah kacamata khusus atau spectacles dan goggles. Sedangkan alat pelindung muka terdiri dari tameng muka (face shield) atau full face masker, yaitu masker yang menutupi seluruh bagian wajah.

3. Alat pelindung telinga

Penutup telinga ini terdiri dari sumbat telinga (ear plug) atau penutup telinga (ear muff) yang berfungsi untuk melindungi telinga dari kebisingan (polusi suara) atau tekanan udara.

4. Alat pelindung saluran pernapasan

Fungsi alat ini adalah untuk melindungi organ pernapasan dengan cara menyalurkan udara bersih atau menyaring paparan zat atau benda berbahaya, seperti mikroorganisme (virus, bakteri, dan jamur), debu, kabut, uap, asap, dan gas kimia tertentu, agar tidak terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

Alat pelindung pernapasan terdiri dari beberapa komponen, yaitu: Masker, Respirator, Tabung atau cartridge khusus untuk menyalurkan oksigen, Tangki selam dan regulator untuk pekerja yang bekerja di dalam air dan Jika pekerja mengalami gangguan pernapasan di tempat kerja, idealnya juga tersedia alat bantu pernapasan, seperti masker dan tabung oksigen.

5. Alat pelindung tangan

Pelindung tangan atau sarung tangan berfungsi untuk melindungi jari-jari tangan dari api, suhu panas atau dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, benturan atau pukulan, tergores benda tajam, atau infeksi.

Sarung tangan ini terbuat dari material yang beraneka macam, tergantung pada kebutuhan dan pekerjaan. Sarung tangan ini ada yang terbuat dari logam, kulit, kanvas, kain, karet, atau bahan khusus untuk melindungi tangan dari zat kimia tertentu.

6. Alat pelindung kaki

 Alat ini berfungsi untuk melindungi kaki dari benturan atau tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin dan bahan kimia berbahaya, serta terpeleset karena permukaan yang licin. Jenis alat pelindung kaki berupa sepatu karet (boot) dan safety shoes.

7. Pakaian pelindung

 Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi tubuh dari suhu panas atau dingin yang ekstrim, paparan api dan benda panas, percikan bahan kimia, uap panas, benturan, radiasi, gigitan atau sengatan binatang, serta infeksi virus, jamur, dan bakteri.

Jenis pakaian pelindung terdiri dari rompi (vests), celemek (apron atau coveralls), jaket, dan pakaian terusan (one piece coverall).

8. Sabuk dan tali keselamatan

Beberapa pekerjaan mengharuskan pekerjanya untuk bekerja pada posisi yang cukup berbahaya, seperti di ketinggian atau dalam ruangan yang sempit di bawah tanah. Sabuk dan tali keselamatan ini berfungsi untuk membatasi gerakan pekerja agar tidak terjatuh atau terlepas dari posisi yang aman.

9. Pelampung

Pelampung digunakan oleh pekerja yang bekerja di atas air atau di permukaan air supaya bisa mengambang dan tidak tenggelam. Pelampung ini terdiri dari life jacket atau life vest.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan alat pelindung diri sangat penting untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja. Namun sayangnya, masih banyak pekerja yang enggan memakai APD dengan alasan tidak nyaman, repot, berat, atau sesak.

Meski terkadang dapat membuat penggunanya tidak leluasa bergerak dan tidak nyaman, APD tetap perlu dikenakan setiap saat ketika sedang bekerja. Terlebih jika sudah ditetapkan oleh aturan perusahaan dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencegah masalah kesehatan serius dan cedera yang berpotensi mengancam nyawa atau menimbulkan kecacatan.

Post a Comment

0 Comments