About Me

Pengertian Elektabilitas dan Cara Meningkatkan Elektabilitas




A.Pengertian Elektabilitas

Sahabat Inspiratif! Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan atau ketertarikan publik dalam memilih sesuatu, baik itu seorang figur, lembaga atau partai, maupun barang dan jasa, dimana informasi tersebut didapatkan dari hasil berbagai survei.  Menurut Dendy Sugiono “2008” arti elektabilitas ialah ketertarikan seseorang dalam memilih. Secara bahasa istilihan elektabilitas ialah hasil serapan dari Bahasa Inggris yaitu “electability” yang artinya keterpilihan.

Kriteria Elektabilitas adalah sebagai berikut: 

1.Dikenal baik oleh masyarakat luas.

2.Terbukti memiliki kinerja yang baik.

3.Memiliki prestasi di bidang tertentu.

4.Memiliki rekam jejak yang positif di bidangnya.

Sahabat Inspiratif! Kata elektabilitas sangat sering digunakan dalam kaitannya dengan bidang politik. Jika diterapkan pada bidang politik, misalnya partai politik, maka arti elektabilitas adalah tingkat keterpilihan suatu partai politik di masyarakat umum.  Di masyarakat umum, seringkali elektabilitas disamakan dengan popularitas seseorang. Dalam hal ini, kedua istilah tersebut berhubungan namun memiliki pengertian yang berbeda.

Popularitas seorang figur merupakan modal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian publik. Popularitas tersebut nantinya akan dapat mendongkrak elektabilitas figur tersebut dengan membangun pencitraan, baik secara langsung di masyarakat maupun melalui berbagai media massa.

Sahabat Inspiratif! Kampanye politik merupakan serangkaian usaha komunikasi secara terencana yang dilakukan sekelompok orang untuk mendapatkan dukungan dari publik. Untuk meningkatkan elektabilitas seseorang, umumnya kampanye politik yang dilakukan adalah dengan pencitraan politik.

Selain itu, elektabilitas seorang figur dapat ditingkatkan melalui kegiatan kampanye politik. Namun perlu dicatat bahwa tidak semua kampanye politik bertujuan untuk meningkatkan elektabilitas seorang figur, ada juga kampanye yang bertujuan untuk menjatuhkan figur lain yang menjadi lawan politik.

Sahabat Inspiratif! Dalam kegiatan kampanye politik, seringkali dilakukan pencitraan dengan tujuan untuk membentuk opini publik mengenai seorang figur yang diangkat. Pencitraan politik ini biasanya dilakukan secara persuasif untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari pemilih.

Menurut Corner dan Pels (Nimmo, 2009:8), figur yang bersih maupun figur yang bermasalah, keduanya secara substansial harus berupaya keras membangun citra politik mereka agar dapat meraih dukungan pemilih. Hal ini dikarenakan citra seseorang dimasyarakat menjadi faktor yang menentukan dalam keberhasilan kegiatan kampanye politik.

B.Cara Meningkatkan ELektabilitas

Sahabat Inspiratif! Salah satu perangkat yang digunakan oleh pemangku kepentingan politik untuk menentukan langkah dalam pemilu adalah hasil survei, terutama yang dilakukan oleh pihak independen. Banyak lembaga independen yang melakukan survey independen seperti : Charta Politika, Indo Barometer, Litbang KOMPAS,  Poltracking Indonesia, SMRC, LSI dan lain sebagainya.

Sebagai lembaga yang tidak berafiliasi dengan partai politik menjadi salah satu lembaga yang hasil surveinya cukup akurat dan menjadi rujukan bagi para pengambil keputusan politik. Bagi kandidat/calon hasil survey sangat bermanfaat untuk mempersiapkan dirinya. 

Sahabat Inspiratif! Apabila elektabilitas seorang calon tidak kunjung naik dalam survey yang dilakukan, maka harus ada usaha-usaha yang bersifat ekstra untuk meningkatkan elektabilitas dirinya dengan cara sosialisasi dan turun langsung ke voters untuk meyakinkan mereka dengan program-program kerja unggulan yang realistis.

Begitu juga sebaliknya, apabila berdasarkan survey yang dilakukan tingkat elektabilitas seorang kandidat/calon sudah baik dan tren nya cenderung mengalami kenaikan maka orang tersebut harus berusaha mempertahankannya dan terus meningkatkan persentase tingkat elektabilitasnya.


Post a Comment

0 Comments