About Me

Pengertian Akuntabilitas : Karakteristik dan Implementasinya dalam Lembaga Pendidikan


Sahabat Inspiratif! Pada dasarnya akuntabilitas menekankan pada ketuntasan sebuah proses tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab seseorang atau suatu unit organisasi. Akuntabilitas adalah suatu peningkatan dari rasa tanggung jawab terhadap suatu tugas dan kewajiban yang  dipercayakan kepada seseorang atau suatu unit organisasi. Pelaksanaan dan wujud  dari tugas dan kewajiban seseorang atau suatu unit organisasi tersebutlah yang harus dipertanggungjawabkan secara baik sehingga terjadi peningkatan dan perbaikan dari waktu ke waktu.

Selain itu, akuntabilitas berarti kewajiban pertanggung jawaban yang harus dicapai. Bentuk pelaksanaan akuntabilitas tentu saja dapat dilihat dari pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada seseorang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggung jawaban secara periodik dan terukur.

A. Pengertian Akuntabilitas

Sahabat Inspiratif! Akuntabilitas menurut LAN dan BPKP dalam Fattah (2012) adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta pertanggungjawaban. Selanjutnya, Mohanty (1993) menyatakan bahwa akuntabilitas adalah sebuah kepercayaan yang dapat digunakan sebagai alat untuk memperbaiki produktivitas kerja. Semakin tinggi kesadaran akan akuntabilitas semakin meningkat pula produktivitas kerja karena antara akuntabilitas dan produktivitas kerja saling berkaitan. Akuntabilitas sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Sahabat Inspiratif! Menurut Evayanti (2009), akuntabilitas (accountability) diartikan sebagai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya. Sementara, Teguh (2008:2) menyatakan akuntabilitas adalah kewajiban-kewajiban individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber daya publik  dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawabannya.

Sahabat Inspiratif! Ghartey dan Crisis dalam Accountability and Development in the Third World (2000) yang dikutip oleh Mardiasmo (2006), menyatakan bahwa akuntabilitas ditunjukkan untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan pelayanan apa, siapa, kepada siapa, milik siapa yang mana dan bagaimana. Akuntabilitas menurut Mardiasmo (2006:3) adalah bentuk kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Menurut Nitisemito (2006) tanggung jawab dalam bekerja adalah melakukan pekerjaan secara tuntas, tidak menunda waktu, sehingga pekerjaan lebih meningkat, bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan secara kedinasan dan hukum.

Sahabat Inspiratif! Pendapat tersebut menekankan bahwa tanggungjawab menunjukkan tingkat penyelesaian kerja dan kualitas hasil pekerjaan yang mengarah pada terciptanya efisiensi dan efektivitas  dalam menyelesaikan pekerjaan.  Usaha meningkatkan produktivitas kerja diperlukan tanggung jawab yang tinggi seluruh stake holder dalam suatu organisasi.

Dari beberapa konsep akuntabilitas menurut pakar diatas ternyata akuntabilitas adalah kata yang seringkali kita dengar, tetapi tidak mudah untuk dipahami. Ketika seseorang mendengar kata akuntabilitas, yang terlintas adalah sesuatu yang sangat penting, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara mencapainya. Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.

Sahabat Inspiratif! Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas guru adalah peningkatan rasa tanggung jawab guru pada tugas dan kewajibannya sebagai guru yang diamanahkan dalam Undang Undang Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Picket (2006) yang menyatakan bahwa “teacher accountability is a slightly more modern treatment of the word depicts of an individuals obligation to report, explain or justify something that is able to be explained”. Akuntabilitas guru adalah sebuah kewajiban individu untuk melaporkan, menerangkan, atau menilai sesuatu yang dapat dijelaskan.

Sahabat Inspiratif! Pernyataan Picket tersebut didukung oleh Rhonda Clements (2013:4)  yang menyatakan bahwa “teacher accountability refers to teachers and school leaders being responsible for a students’ academic achievement by meeting agreed-upon state and national standards evidenced in standarized test results”. Akuntabilitas guru menunjukan bahwa guru dan pimpinan sekolah bertanggung jawab atas prestasi akademik siswa baik ditingkat daerah maupun ditingkat nasional dengan hasil tes yang standar.

Dari konsep dan pemikiran para ahli tersebut, maka akuntabilitas guru dalam penelitian ini adalah peningkatan rasa tanggung jawab guru terhadap tugas dan dan fungsi guru sebagaimana diamanahkan dalam Undang Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005.

B. Karakteristik Akuntabilitas 

Sahabat Inspiratif! Menurut Kanika (2016) akuntabilitas guru memiliki karakteristik sebagai berikut:

A. Berdedikasi dan memiliki kesabaran
B. Sikap Positif/Optimis dalam penampilan
C. Membimbing dengan cara yang benar dan menambah ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu.
D. Memulai pekerjaan dengan ilmu yang tepat
E. Bekerja untuk meminimalisir penyakit sosial, kekerasan dan komunalisme.
F. Berjuang menghapus tahta, kasta, perbedaan gender demi persamaan harkat dan  martabat.
G. Membuat siswa untuk melakukan pekerjaan
H. Menggunakan perbedaan sebagai sumber daya untuk memahami satu sama lain.
I. Menyelesaikan masalah
J. Peduli dengan tugas dan tanggung jawab serta memiliki tingkat profesionalitas yang baik.

Sahabat Inspiratif! Tugas dan kewajiban guru juga dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Pasal 20 Undang-Undnag No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru,yakni :

1. Merencanakan pembelajaran.
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu.
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
4. Membimbing dan melatih peserta didik / siswa.
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai.
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.

Sahabat Inspiratif! Kewajiban  guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :

a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan.
b. Menyusun silabus pembelajaran.
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
e. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran.
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaaran di kelasnya.
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.
h. Melaksanakan perbaikan, pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.
i. Melaksanakan bimbingan konseling di kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas).
j. Menjadi pengawas penilaian terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional.
k. Membimbing guru pemula dalam program induksi.
l. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran.
m. Melaksanakan pengembangan diri.
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.
o. Melakukan presentasi ilmiah.

Sahabat Inspiratif! Menurut UU Guru dan Dosen pasal 20, bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:

1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan      mengevaluasi hasil pembelajaran.

2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan          sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

3. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku,             ras,  dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta            didik dalam pembelajaran.

4. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai            agama dan etika

5. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Sahabat Inspiratif! Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab XI pasal 39 ayat 2 dinyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas tersebut tugas seorang Guru atau Pendidik diantaranya:

1. Merencanakan Pembelajaran.
2. Melaksanakan Pembelajaran.
3. Menilai hasil pembelajaran.
4. Membimbing.
5. Melatih peserta didik.
6. Melakukan penelitian.

Sahabat Inspiratif! Berdasarkan persepsi di atas sebenarnya apa yang dilakukan guru hanya melaksanakan sebagian dari tugas yang dan kewajibannya saja. Mereka baru melakukan 50 % tugas dan kewajibannya saja yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran, membimbing, dan melatih peserta didik. Sementara tugas-tugas lainnya dilakukan sebelum dan sesudah mereka melakukan tugas dan kewajibannya di sekolah yakni merencanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, bahkan melakukan penelitian.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No 16 tahun 2009 Bab II tentang Rumpun Jabatan, Jenis Guru, Kedudukan, dan Tugas Utama Guru pasal 5 ayat (1) dikatakan bahwa ”Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Sahabat Inspiratif! Sementara pada BAB III tentang Kewajiban, Tanggungjawab, dan Wewenang Guru Pasal 6 butir a dikatakan bahwa ‘Kewajiban Guru dalam melaksanakan tugas adalah ’merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan pembelajaran/ bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan, serta melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan.

Sahabat Inspiratif! Melihat ketentuan tersebut, jelaslah bahwa kewajiban seorang guru meliputi 5 hal yang merupakan satu kesatuan secara hirarkis yakni:

1. Merencanakan pembelajaran/bimbingan.
2. Melaksanakan pembelajaran/bimbingan.
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
4. Melaksanakan perbaikan
5. Pengayaan

Sahabat Inspiratif! Dari uraian kewajiban guru tersebut, maka penelitian ini akan berfokus pada akuntabilitas guru Menurut UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20, bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:

1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

3. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.

4. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.

5. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Sementara, Daeng Ayub Natuna (2017) menyatakan bahwa akuntabilitas adalah tanggung jawab guru  dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sahabat Inspiratif! Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat belajar pada dasarnya adalah perubahan pola pikir tingkah laku kearah yang positif yang merupakan hasil pengalaman belajar dikelas. Dalam kaitannya dengan proses belajar bahasa Inggris , kiranya perlu diketahui tujuan utama seorang belajar bahasa khususnya Bahasa Inggris. Berdasarkan Kemendikbud (2001:8) bahwa pembelajaran Bahasa Inggris memiliki tujuan sebagai berikut :

a. Komunikasi dalam Bahasa Inggris Melalui penggunaan Bahasa Inggris untuk berbagai tujuan dan konteks budaya, siswa mengembangkan keterampilan komunikasi yang membiasakan mereka untuk menafsirkan dan mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman melalui berbagai teks Bahasa Inggris lisan dan tertulis, untuk memperluas hubungan antarpribadi mereka sampai ke tingkat internasional dan untuk memperoleh akses terhadap dunia pengetahuan, gagasan, dan nilai dalam Bahasa Inggris.

b. Pemahaman Bahasa Inggris sebagai Sistem Anak didik melakukan refleksi atau perenungan tentang Bahasa Inggrisyang digunakan dan kegunaan Bahasa Inggris, dan menumbuhkan kesadaran tentang hakikat Bahasa Inggris, dan hakikat bahasa ibu mereka melalui perbandingan. Mereka makin memahami sistem kerja bahasa, dan akhirnya mengenali daya bahasa bagi manusia sebagai individu dan warga masyarakat.

c. Pemahaman Budaya Anak didik mengembangkan pemahaman tentang keterkaitan antara bahasa dan budaya, dan memperluas kapabilitas mereka untuk melintasi budaya, melibatkan diri dalam keragaman.

d. Pengetahuan Umum Anak didik memperluas pengetahuan tentang bahasa dan berhubungan dengan berbagai gagasan yang terkait dengan minatnya, persoalanpersoalan dunia dan konsep-konsep yang berasal dari serangkaian wilayah pembelajaran. Dalam rangka belajar bahasa asing, seseorang hendaknya memiliki motivasi yang kuat untuk dapat mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan.

Sahabat Inspiratif! Dari karakteristik akuntabilitas guru yang dikemukan para ahli, Undang Undang serta Peraturan Pemerintah tersebut maka karakteristik akuntabilitas guru dalam penelitian ini adalah:

1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan.
2. Menyusun silabus pembelajaran.
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran.
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.
8. Melaksanakan perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.
9. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/                madrasah dan nasional.
10.Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran.

Referensi:
Adiwinata,Irvan dan Eddy M.Sutanto,(2014). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan CV. Intaf Lumajang, Surabaya:AGORA Vol.2,No. 1(2014)

Arcaro, Jerome S,(2005). Pendidikan Berbasis Mutu, Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Collins, David,(1999). Organizational Change, New York:Falmer Press

Day, Christopher dan Alicia Fernandez, Trond E. Hauge, Jorunn Moller,(2005). The Life and Work of Teachers, New York:Routledge Falmer

Fattah, Nanang,(2012).Analisis Kebijakan Pendidikan,Bandung:PT.Remaja Rosdakarya

Hamali,Arif Yusuf,(2013). Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja: Studi Kasus pada PT. X Bandung, Bandung: Politeknik PIKSI Ganesha Bandung.

Hayes, Debra dan Martin Mills,Pam Christie, Bob Lingard,(2006). Teachers and Schooling Making a difference, New South Wales:National Library of Australia

Indarto, Danang,(2012). Pengaruh Gaya Belajar dan Motivasi Berprestasi Siswa Terhadap Prestasi Belajar Praktik Instalasi Listrik di SMK Negeri 2 Yogyakarta, Yogyakarta: FT UNY

Indrayogi,(2014). Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani SMP Negeri Se-Kabupaten Majalengka:Jurnal PPS UPI Bandung

Kandou, Erlin Emilia,(2012). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan, Manado: PT.INDEX

Komalia,(2013). Kualitas Lingkungan Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Guru, Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 Oktober 2013

Mohanty,RP (1993). The importance of accountability in managing productivity, Work Study, Vol. 42 Issue: 5, pp.13-14, https://doi.org/10.1108/EUM0000000002704

Post a Comment

0 Comments